SANAA (Berita SuaraMedia) – Jaringan Al Qaeda Yaman mengancam akan menggulingkan pemerintahan Arab Saudi. Ancaman itu disampaikan karena pemerintahan Saudi dianggap telah "berpartisipasi dalam perang salib yang dipimpin AS melawan Islam," demikian kata kelompok tersebut.
Pesan itu disampaikan oleh Saeed Ali al-Shihri, deputi pemimpin Al Qaeda di Jazirah Arab (AQAP). Pesan rekaman suara tersebut diunggah di internet, demikian dilansir oleh kantor berita Xinhua pada Rabu (10/8).
"Sebagian anggota militer Arab Saudi memberikan bukti mengenai hubungan antara pemerintah Saudi dengan perang yang dipimpin AS di Jazirah Arab," katanya.
"Jadi kami memerintahkan mereka mengumpulkan informasi mengenai apa saja yang ada hubungannya dengan keluarga kerajaan Arab Saudi dan pemerintahannya, militernya, dan juga angkatan udaranya, kemudian memulai upaya menyingkirkan pemerintahan yang kafir dan berpartisipasi dalam perang salib yang dipimpin AS melawan Islam," katanya.
Al-Shihri yang merupakan mantan tahanan penjara Teluk Guantanamo tersebut sebelumnya pernah merilis rekaman audio dan memerintahkan sel-sel jaringan tersebut menculik para pangeran dan warga Kristen guna menekan pemerintah agar membebaskan para anggotanya yang dipenjara di Arab Saudi.
Juni lalu, AQAP mengancam menculik putri dan menteri kerajaan demi membebaskan anggota perempuannya yang ditahan pasukan Saudi.
Dalam sebuah rekaman suara yang diputar kantor berita Al Arabiya TV, seorang komandan regional Al Qaeda mengancam akan melakukan "operasi besar" melawan kerajaan menyusul penangkapan Haylah Al Qassir. Qassir diyakini turut bertanggung jawab dalam merekrut pejuang perempuan ke dalam kelompok tersebut dan juga menangani keuangan.
Menteri Dalam Negeri Arab Saudi menyebut kasus tersebut sebagai alarm peringatan, sebuah tanda bahwa aparat harus memikirkan kembali strategi antiterorisme dan memonitor orang-orang baru, yakni ibu rumah tangga paruh baya.
"Kaum perempuan belum pernah menjadi agen operasional Al Qaeda. Dalam panduan pelatihan awal, disebutkan bahwa peranan untuk wanita seharusnya sebagai perawat atau pendukung," kata Theodore Karasik dari Institut Analis Militer Teluk dan Timur Dekat, sebuah think tank yang berbasis di Dubai.
"Perempuan selalu ada di pinggir, kecuali suami mereka telah menjadi martir dan mereka lalu ingin menjadi martir dalam operasi kami."
"Bangkitnya peranan perempuan dalam Al Qaeda mengindikasikan bahwa mereka beradaptasi. Mereka gesit dan cepat, tapi terkadang mereka lemah," papar lembaga itu.
Dalam rekaman suara tersebut Saeed Al Shehri mengatakan, "Al Qaeda mengorganisasi berbagai jaringan utuk menculik para putri, menteri, dan pejabat, termasuk juga komandan militer."
Ia mengatakan bahwa Haylah Al Qassir, janda mendiang anggota Al Qaeda yang ditewaskan aparat Saudi enam tahun lalu, ditangkap di Qassim, sebelah utara ibu kota, namun ia tidak merinci kapan pastinya. "Kami memberitahu para prajurit kami untuk melakukan penculikan agar para tahanan bisa dibebaskan, katanya.
Shihri, yang diduga merupakan orang nomor dua di AQAP, bersikeras meminta keluarga para tahanan yang ditahan Arab Saudi mengangkat senjata agar keluarga mereka bisa dibebaskan, bukannya memohon-mohon pada para pejabat.
"Berhentilah mengetuk pintu para (penguasa) tiran dan ulama-ulama mereka yang menyimpang," katanya.
"Jika kalian ingin keluarga kalian dibebaskan dari penjara, maka ketahuilah bahwa mereka hanya bisa dikeluarkan dengan cara yang sama saat mereka masuk," katanya.
Pada bulan April lalu, kelompok itu berusaha membunuh duta besar Inggris untuk Yaman saat sebuah bom mobil meledak di jalur iring-iringan sang duta besar menuju ibu kota Yaman, Sanaa.
AQAP telah melakukan serangkaian serangan mematikan terhadap fasilitas keamanan Yaman dalam dua bulan terakhir, menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai banyak lainnya. (dn/thi/dh/sm) www.suaramedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar